Posted by: cru1s3r | November 16, 2007

susahnya jadi blogger part 1

lama gak nulis gatel jg mau nulis-nulis, pelampiasan juga soalnya banyak tulisan yang dikirim ke koran ditolak hehe ngaku.. beberapa lama hanya liat-liat blog orang, terutama blog bapak ini yang sangat produktif, maklum kuli tinta n tulisannya selalu bikin greng :)

belakangan ini jagad blogsphere sepertinya sedang gonjang-ganjing.. banyak isu yang berseliwean, dari masalah tuduhan blog fiktif, masalah plagiat or istilahnya kopipas, senioritas dan seleb blog, sampai koppdar rame-rame yang udah lewat dalam pesta blogger indonesia 2007. saya cuma melihat dan menjadi penonton dari semua peristiwa itu, dah untuk itu ada beberapa hal yang menurut saya patut dikemukakan.

Pertama, dunia blog ternyata dipandang sangat serius oleh sementara orang, bukan lagi hanya sekedar corat-coret pelepasan beban pikiran seperti yang selama ini saya bayangkan. beberapa orang melihat apa yang dia tulis merupakan hak cipta dia dan itu harus dibela mati-matian dalam arti orang mungkin harus meminta ijin dan mungkin royalty atas apa yang dia tuliskan. memang masalah ini mungkin sudah menjadi tata cara dan etika yang lazim dalam dunia tulis menulis, dimana seseorang harus menyebutkan sumber tulisan apabila hal itu dikutip dari orang lain dan bukan merupakan pemikiran sendiri. banyak peristiwa yang dapat dijadikan contoh betapa plagiatisme adalah masalah yang sangat serius yang bahkan dapat menghancurkan karir seseorang. dulu pernah ada seorang kandidat doktor di ugm yang sering menulis di koran dan cukup populer namanya, namun akhirnya tenggelam karena kedapatan disertasinya mencontek dari hasil tugas akhir S-1 mahasiswanya. di dunia pers, banyak peristiwa dimana seorang pengarang yang ketahuan karyanya merupakan jiplakan akhirnya diblacklist oleh penerbit yang merasa kecolongan. hal ini terjadi di dunia ‘nyata’ dimana plagiatisme tersebut mempunyai konsekuensi yang riil juga, seperti gelar akademik dan honorarium penulisan.

sekarang bagaimana etika tentang masalah ini dalam dunia blog, yang notabene merupakan media baru yang bahkan belum semua orang di Indonesia tahu apakah blog itu? pertama-tama mungkin perlu ditelusur apa sih motivasi seseorang untuk mempunyai blog, apakah untuk sekedar pelepasan isi hati, memiliki misi yang serius terkait dengan opini yang dimiliki, atau ingin menjadi seorang yang dikenal orang lain karena tulisan-tulisannya? kalau seorang menjadi blogger karena ingin curhat masalah isi hati, tentu dia tidak akan menjadi plagiat karen isi hati orang adalah berbeda-beda walaupun mungkin ada kesamaannya tapi pasti cara ungkap yang dilakukan akan berlainan. kalau seseorang ingin menjadikan blog sebagai media opini, tentunya dia juga akan mendasarkan tulisannya pada posisi dan pendapatnya sendiri yang nantinya dengan sukarela akan dibela dan diperjuangkannya. tetapi kalau seseorang menjadi blogger karena ingin dikenal dan terkenal, kemungkinan dia akan mencari semua cara untuk mencapai tujuan itu, salahsatunya adalah mengambil tulisan orang lain.

apakah hal tersebut salah, tentunya dengan mengacu pada uraian sebelumnya dapat dijawab: ya. namun apakah kesalahan ini seserius sebagaimana plagiat dalam penulisan disertasi maupun artikel di koran? rasanya harus dijawab tidak, karena motivasi yang melandasinya sebenarnya adalah masalah eksistensi yang wujudnya adalah abstrak. lalu apakah tindakan yang seharusnya dilakukan, tentunya juga berwujud abstrak, seperti sapaan dan teguran untuk mengingatkan. tidak perlu rasanya adanya komentar yang menyudutkan, anggaplah kopipas seperti kalau seseorang bercerita dari mulut ke mulut tentang suatu berita yang hal itu adalah milik semua orang. kalaupun seseorang merasa hak miliknya direbut dan diakui oleh orang lain, hal ini dikembalikan saja kepada kejujuran masing-masing. Kalau yang dikejar adalah masalah eksistensi, orang yang dicopy dapat dilihat sebagai jauh lebih eksis dibanding si pengopy, sehingga dia dapat berbangga akan hal ini dan tidak perlu mencak-mencak dan kebakaran jenggot. Kalaupun menulis blog dilandasi oleh keinginan untuk sharing baik isi hati maupun opini, dapatlah itu dilihat sebagai pendukung penyebaran ide-ide yang dituliskan. Tidak ada yang terlalu dirugikan disini.

Hmm, baru satu poin ternyata sudah banyak ya, yang lainnya nyusul deh mo kerja dulu, sory kalo banyak yg kena sentil…

Posted by: cru1s3r | August 21, 2007

Visi produser itu…

kemaren baca di kompas minggu tentang sinetron yang tetap menjadi primadona di televisi kita. terungkap satu hal penting, apa sih sebenarnya motivasi produser membuat sinetron itu? ternyata jawabannya adalah …. rating. rating, itu satu-satunya pertimbangan, tidak dijelaskan bagaimana cara menghitung, validitasnya, dipelintir tidak sama lembaga surveinya. dengan alasan itu pula dia kasih target sinetron Cinta Fitri akan dibuat 777 episode, lebih banyak dari abad 21 atau tersanjung. bisa dipahami kalau selama ini banyak sinetron membingungkan. cerita rupanya tidak penting, yang penting sinetron dibuat, syukur kalau banyak yg suka jadi banyak iklan masuk, itu artinya pundi-pundi uang akan bertambah, gak peduli logis tidaknya cerita, aneh tidaknya karakter-karakter yang dimainkan…

hmmm, namanya juga produser, dia pedagang bukan seniman, apa boleh buat, inilah industri hiburan kita

Posted by: cru1s3r | August 17, 2007

Lagi-lagi sinetron

Nyambung sinetron kemaren, sebenarnya ada beberapa sinetron yang cukup layak tayang dan enak dinikmati. beberapa bahkan berkesan buat saya gak tahu kalo buat yang lain. beberapa sinetron baik lepas atau seri yang cukup berkesan tersebut diantaranya:
a. Tuanku Tambusai, TVRI sekitar 1987, gak tahu sinetron ini masih terbayang sampai sekarang. saya sangat terkesan dengan setting yang minimalis, kayak panggung teater gitu, terus percakapan2 panjang yang berisi, saya bisa ngikutin dari awal hingga akhir cerita ini, sutradarnya kalau tidak salah Dedi Setiadi yang dulu jadi sutradara andalan TVRI (sekarang dimana ya mas),
b. Senja Kesaksian Surti, TVRI 80an akhir, Dedi Setiadi,
c. Losmen, TVRI 80an, Tatik Maliyati WS
d. Rumah Masa Depan, TVRI 80an, Ali Shahab,
e. ACI, TVRI 80an,
f. Keluarga Cemara.

Itu dari serial lama. beberapa sinetron baru juga memiliki kualitas yang cukup baik, seperti Ujang Pantry, dan beberapa sinetron seri yang cukup enak dinikmati, seperti Cewek Penakluk di RCTI dan Cintai Aku Gadis di Indosiar. Sinetron-sinetron itu tidak hanya mengumbar konflik dan karakter aneh dan berlebihan. Beberapa memberikan pesan yang cukup kuat, seperti Cewek Penakluk yang bercerita tentang keluarga single parent dengan 2 anak cewek yang mulai dewasa. Ada pesan kemandirian dan tidak mau dikalahkan oleh situasi disitu. Gadis juga memberikan pesan tentang idealisme seorang guru yang tidak dapat dikalahkan oleh uang dan kekuasaan.

Bagaimanapun, sinetron yang membumi seperti itu masih perlu banyak diproduksi, karena sinetron sampah jauh lebih banyak menghiasi layar kaca kita.

Posted by: cru1s3r | August 14, 2007

Sinetron lagi

kemaren lagi-lagi gak sengaja ngeliat sinetron (gak sengaja kok berulangkali ya hehe)… ada adegan kematian, trus orang-orang dateng buat berbelasungkawa.. di dinding ruangan tertempel tulisan item gede-gede di atas kertas putih: RUMAH DUKA.. Ya Allah para pembuat sinetron itu apa gak pernah melayat orang meninggal apa ya.. kalo pun itu rumah duka kan gak perlu dikasih tahu kayak gitu, emang anak baru bisa baca apa.. konyolnyaaa….

Posted by: cru1s3r | August 8, 2007

Cinta Fitri

saya termasuk orang yang anti sinetron, kadang melihat sekilas saja kita dah tahu seperti apa mutu sinetron yang sedang kita liat. Genre umum sinetron-sinetron kita adalah dramatisasi dalam aspek apapun, yang kadang dapat dilihat sebagai melebih-lebihkan sesuatu yang sebenarnya sederhana dan tidak perlu dibuat ruwet. atau sebaliknya menyederhanakan sesuatu yang sebenarnya dalam dan serius. maka dari itu, saya sering sebal kalau semua tv menayangkan sinetron pada saat yang sama, rasanya jari jadi pegal mindahan channel. dan kebetulan stasiun tv yang banyak menyiarkan berita juga tidak tertangkap di rumah, lengkaplah sudah.

tapi belakangan, ada sinetron yang cukup menarik dan memiliki nuansa berbeda dari sinetron lainnya: cinta fitri. sinetron ini secara kebetulan saya temukan waktu kebiasaan channel walking sambil nungguin tukul. beberapa kali sempet memperhatikan, dan akhirnya saya berkesimpulan sinetron ini agak berbeda dengan kebanyakan sinetron lainnya. dalam hal apakah itu? setidaknya dalam beberapa hal berikut: pertama, sinetron ini tidak mengumbar kekayaan, gambaran mengenai orang kaya maupun miskin biasa-biasa aja, menunjukkan kewajaran kehidupan orang indonesia umumnya,

kedua, karakter jahat dan baik digambarkan secara wajar, tidak berlebihan. karakter yang dimiliki masing-masing tokoh juga kuat dan khas, jadi tidak seperti tokoh tanpa karakter yang berubah-ubah pendirian.

ketiga, ada beberapa adegan yang memberikan ungkapan-ungkapan cukup cerdas dan bernas, sayang saya lupa yg mana itu :D

keempat, silahkan tambah sendiri, saya dah mau pulang, besok sambung yaa…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories