Posted by: cru1s3r | December 16, 2008

Senja di Pelabuhan Kecil

Sajak Chairil Anwar

(buat Sri Aryati)

Ini kali tiada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali. Kapal,perahu tiada berlaut
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
Menyusur semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sendu penghabisan bisa berdekap

….

ini puisi yang dari dulu bisa bikin merinding. pemilihan kata yang brilian untuk menggambarkan suasana hati yang muram. strukturnya juga memberikan kebaruan, seperti memotong beberapa kalimat di tengah dan dilanjutkan pada baris selanjutnya.. kapan lagi ada puisi yang mengguncang jiwa seperti ini..  tapi mungkin era puisi juga sudah berlalu, digantikan berhala-berhala lain yang bergerak cepat..


Leave a response

Your response:

Categories