Posted by: cru1s3r | December 8, 2007

Fuad Hassan, Bola dan 80an

Kemaren, 7 Desember 2007 ada berita duka: Prof Dr. Fuad Hassan meninggal dunia. bagi mereka yang sekolah di era 80an pasti mengenal siapa beliau, ya mantan menteri pendidikan dan kebudayaan perode 1985 – 1988 (menggantikan Prof Nugroho Notosusanto yang meninggal waktu masih 2 tahun menjabat), dan periode 1988 – 1993, kalau ingatan saya gak salah. beliau kemudian digantikan oleh Prof. Wardiman Djoyonegoro yang tekenal dengan konsepnya link and match itu. konsep pak fuad hassan sendiri saya gak banyak inget, saya malah teringat dengan kontroversi yang ditimbulkan menteri era jauh sebelumnya yaitu Daoed Joesoef, soal libur puasa dan sebagainya. saya gak akan membahas dengan serius soal itu karena blog ini saya maksudkan sekedar melemaskan otak dan ingatan saja.

Btw, satu yang masih saya ingat soal menteri-menteri pada saat itu, kesannya mereka sangat teratur, terkonsep dan memang ahli di bidangnya, jadi tidak seperti sekarang yang banyak diisi oleh parpol. memang menteri jabatan politis, tapi kalau semua dipolitiskan kapan dapat dikelola dengan profesional. jangan-jangan semua keputusan nanti hanya didasarkan pertimbangan politis belaka, hm capek deh…

bicara era 80an, kebetulan kemaren juga nonton babak penyisihan sepakbola sea games di thailand, indonesia kalah 1 – 2 dari thailand, bukan barang baru lagi memang. dahulupun kita susah menang lawan mereka, saat mereka diperkuat strikernya yang ditakuti: piyapong . Indonesia waktu itu diperkuat kayak bambang nurdiansyah, eli idris, rully nere, hery kiswanto, dsb. prestasi tertinggi tim sepakbola Indonesia kalau tidak salah menjadi juara di sea games 1987 di jakarta, cuma itu. lainnya, menjadi semifinalis asean games 1986 di qatar. itu juga udah nyenengin banget.

hmm jadi keinget masa-masa itu, masa tanpa beban walaupun mungkin tidak selalu indah.


Leave a response

Your response:

Categories