Posted by: cru1s3r | December 16, 2008

Senja di Pelabuhan Kecil

Sajak Chairil Anwar

(buat Sri Aryati)

Ini kali tiada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali. Kapal,perahu tiada berlaut
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
Menyusur semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sendu penghabisan bisa berdekap

….

ini puisi yang dari dulu bisa bikin merinding. pemilihan kata yang brilian untuk menggambarkan suasana hati yang muram. strukturnya juga memberikan kebaruan, seperti memotong beberapa kalimat di tengah dan dilanjutkan pada baris selanjutnya.. kapan lagi ada puisi yang mengguncang jiwa seperti ini..  tapi mungkin era puisi juga sudah berlalu, digantikan berhala-berhala lain yang bergerak cepat..

Posted by: cru1s3r | July 18, 2008

siapa sih anggota DPR itu?

lama gak nulis, rada terbengkelai jg blog ini, ternyata buat konsisten itu susah :)

pengen nulis soal  anggota DPR yang belakangan makin rajin tertangkap KPK. tergelitik aja, kenapa ya, saya gak pernah denger nama-nama anggota DPR itu sebelumnya? apa sih kerjaan mereka selama ini? apakah benar mereka wakil rakyat yang terhormat yang benar-benar mewakili rakyat?

coba sapa yang pernah denger nama-nama ini sebelumnya:

Hamka Yamdu, Anthony Zeidra Abidin, Al Amin Nasution, Bulyan Royan, trus yang kena kasus lain: Yahya Zaini, Max Moein.. pernah ada yang tahu?

jangan-jangan anggota DPR itu hanya akan dikenal konstituennya kalau mereka kena kasus, bukan karena prestasi dan hasil kerjanya. hmm.. ironis sekali dengan apa yang telah mereka dapatkan dari menyandang gelar ‘wakil rakyat yang terhormat’ itu…

Posted by: cru1s3r | December 8, 2007

Fuad Hassan, Bola dan 80an

Kemaren, 7 Desember 2007 ada berita duka: Prof Dr. Fuad Hassan meninggal dunia. bagi mereka yang sekolah di era 80an pasti mengenal siapa beliau, ya mantan menteri pendidikan dan kebudayaan perode 1985 – 1988 (menggantikan Prof Nugroho Notosusanto yang meninggal waktu masih 2 tahun menjabat), dan periode 1988 – 1993, kalau ingatan saya gak salah. beliau kemudian digantikan oleh Prof. Wardiman Djoyonegoro yang tekenal dengan konsepnya link and match itu. konsep pak fuad hassan sendiri saya gak banyak inget, saya malah teringat dengan kontroversi yang ditimbulkan menteri era jauh sebelumnya yaitu Daoed Joesoef, soal libur puasa dan sebagainya. saya gak akan membahas dengan serius soal itu karena blog ini saya maksudkan sekedar melemaskan otak dan ingatan saja.

Btw, satu yang masih saya ingat soal menteri-menteri pada saat itu, kesannya mereka sangat teratur, terkonsep dan memang ahli di bidangnya, jadi tidak seperti sekarang yang banyak diisi oleh parpol. memang menteri jabatan politis, tapi kalau semua dipolitiskan kapan dapat dikelola dengan profesional. jangan-jangan semua keputusan nanti hanya didasarkan pertimbangan politis belaka, hm capek deh…

bicara era 80an, kebetulan kemaren juga nonton babak penyisihan sepakbola sea games di thailand, indonesia kalah 1 – 2 dari thailand, bukan barang baru lagi memang. dahulupun kita susah menang lawan mereka, saat mereka diperkuat strikernya yang ditakuti: piyapong . Indonesia waktu itu diperkuat kayak bambang nurdiansyah, eli idris, rully nere, hery kiswanto, dsb. prestasi tertinggi tim sepakbola Indonesia kalau tidak salah menjadi juara di sea games 1987 di jakarta, cuma itu. lainnya, menjadi semifinalis asean games 1986 di qatar. itu juga udah nyenengin banget.

hmm jadi keinget masa-masa itu, masa tanpa beban walaupun mungkin tidak selalu indah.

Posted by: cru1s3r | December 7, 2007

smiling on the jet plane :)

Baru beberapa hari lalu temen kantor ngomong dengan sedikit bangga kalau dia sering duduk sebelahan dengan cewek cantik setiap naik pesawat. Sebaliknya aku jarang banget ngalamin itu, padahal dari sekian banyak penumpang itu pasti ada satu dua yang cukup menyegarkan mata :) Aku pikir sepertinya hal itu memang sudah jadi suratan nasib (duh seriusnya..), cerita kemaren bisa jadi buktinya…

Seperti biasa ada penugasan dari kantor ke Jakarta, seperti biasa juga ulang alik pp Yogya – Jakarta dalam sehari. Tak seperti biasanya A**m Air yang aku naikin bisa on time (yang belakangan dikompensasi dengan keterlambatan hampir 1 jam pas pulangnya fiuhh..). Aku dah duduk pas kemudian ada sepasang keluarga muda naik bersama anaknya yang masih kecil, mungkin 6 bulanan. Kebetulan si ibu bersama anaknya duduknya di sebelahku, sementara si ayah entah kenapa duduk satu deret di belakang. Lalu pramugari berinisiatif memindahkan si ayah sehingga dapat duduk bersama si ibu dan si kecil, sementara aku pindah ke kursi si ayah di belakang.

Nah habis itu, muncul seorang nona. Aku gak usah ceritain seperti apa dia, tapi indikatornya dapat dilihat dari gelagat si ayah yang aku amati (iseng amat ngamatin orang ya) mencuri2 pandang ke arah dia, bahkan penumpang lainpun aku amati seperti itu, seperti juga aku sih hehe.  Dan ternyata … dia tempat duduknya tepat di depanku, jadi kalau gak dipindah seharusnya di sebelahku!

Aku tertawa dalam hati, Tuhan memang terkadang suka mencandai ummatNya…

Posted by: cru1s3r | November 22, 2007

Budaya Pop

budaya pop mungkin dapat dilihat seperti kilasan kilat yang terjadi pada saat hujan, serba cepat dan sesaat. belum sempat sadar apa yang dirasakan dan menikmatinya, sensasi itu sudah hilang. saat ini budaya itu merambah semua aspek yang mempengaruhi gaya hidup: pakaian, musik, bahkan mungkin makanan. karena karakteristiknya, budaya pop cenderung dangkal dan hanya mementingkan gebyar di luar. akibat lanjutnya, muncul berbagai aktifitas yang lebih memperhatikan kulit dibanding esensi, mementingkan penampilan dibanding pemikiran. Dalam bahasa yang lugas mungkin dapat dikatakan budaya pop adalah budaya instan.

Older Posts »

Categories